TUGAS ! Jelaskan pendekatan dan
meteologi pengembangan sistem berikut ini :
1. Klasik vs Terstruktur
2.Sepotong vs Sistem
3.Bottom-Up vs Moduler
4.Menyeluruh vs Moduler
5.Lompatan jauh vs Evolusioner
6.Metedologi (FDM,DOM,Prescriptive)
jawab :
1. PENDEKATAN KLASIK
Pendekatan
klasik disebut juga pendekatan tradisional
atau pendekatan konvensional adalah pendekatan
dalam pengembangan sistem yang
mengikuti tahapan-tahapan pengembangan sistem
(system life cycle) tanpa dibekali dengan
alat-alat dan teknik-teknik yang memadai.
Pendekatan klasik tidak cukup
digunakan untuk mengembangkan sistem informasi
yang kini semakin kompleks, dan
dapat menimbulkan permasalahan, seperti :
1.
Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
Pendekatan klasik tidak menyediakan alat-alat dan teknik-teknik dalam mengembangkan sistem
dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan
oleh programer.
2.
Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem
menjadi lebih mahal.
mahalnya
biaya perawatan sistem pada pendekatan klasik adlah karena dokumentasi
pengembangan sistem kurang terstruktur.
PENDEKATAN TERSTRUKTUR
Karena
terjadi banyak permasalahan pada pendekatan klasik, maka dibutuhkan pendekatan
pengembangan sistem yang lebih baik yang tidak hanya mengikuti namun juga
melengkapi dengan beberapa alat dan teknik. pendekatan ini kemudian dikenal
dengan pendekatan terstruktur telah dimulai dari awal tahun 1970-an. Pendekatan
terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques)
yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem sehingga didapatkan hasil akhir
berupa sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
2. PENDEKATAN SEPOTONG VS SISTEM
Pendekatan sepotong merupakan
pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi saja.
Kegiatan atau apliakasi yang dipilih tersebut dikembangkan tampa memperhatikan
posisinya di sistem informasi atau tampa memperhatikan sasaran organisasi
secara keseluruhan.
Sistem
memerhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terigrasi dari
masing-masing kegiatan atau aplikasinya dan menekankan pada pencapaian sasaran
keseluruhan.
3. PENDEKATAN BOTTOM-UP VS TOP-DOWN
Pendekatan
bottom-up dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional
tempat transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan
kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi tersebut. pendekatan ini
merupakan cirri-ciri pendekatan klasik. jika pendekatan ini dilakukan pada
tahap analisis, disebut dengan data analys, karena yang menjadi focus adalah
data yang akan diolah terlebih dahulu.
sedangkan pendekatan Top-down sebaliknya dimulai dari level
atas organisasi yaitu level perencana strategis. Pendekatan ini dimulai dengan
mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. selanjutnya, dilakukan
analisis kebutuhan informasi kemudian kepenentuan input, output, basis data,
prosedur-prosedur operasi, dan control. Pendekatan ini merupakan cirri-ciri
dari pendekatan terstruktur. jika pendekatan ini digunakan pada tahap analisis,
disebut dengan decion analysis karena yang menjadi focus adalah informasi yang
dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen dahulu.
4. PENDEKATAN MENYELURUH VS MODULER
Pendekatan
menyeluruh merupakan pendekatan pengmbangan sistem serentak secara
meyeluruh. Pendekatan ini sulit dilakukan unutk sistem yang kompleks, karena
menjadi sulit untuk dikembangkan.
Moduler
berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang
sederhana sehingga akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Sistem juga akan
dapat dikembangkan sesuai dengan waktu yang terencanakan, mudah dipahami oleh
pemakai dan mudah untuk dipelihara.
5. PENDEKATAN LOMPATAN JAUH VS
EVOLUSIONER
Pendekatan
lompatan jauh menerapkan perubahan meyeluruh secara
serentak menggunakan teknologi canggih. Hal ini mengandung resiko karena
teknologi computer begitu cepat berkembang dan bertahun-tahun mendatang sudah
menjadi using, investasinya juga mahal dan terlalu kompleks.
Evolusioner
menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi yang memerlukan saja saat
itu dan akan terus dikembangkan untuk masa-masa selanjutnya mengikuti kebutuhan
dan sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
6.
Functional
Decomposition Methodologies (FDM)
Metodologi ini menekankan
pada pemecahan sistem ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kecil, sehingga
akan lebih mudah untuk dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk ke
dalam metodologi ini adalah
-
HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output)
- Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
- Information Hiding
- Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
- Information Hiding
B. Data Oriented Methodologies (DOM)
Metodologi ini menekankan
pada karakteristik dari data yang akan diproses. Metodologi ini dapat
dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas, yaitu:
I. Data-flow oriented methodologies
Metodologi ini secara umum didasarkan pada pemecahan dari sistem
ke dalam modul-modul berdasarkan dari tipe elemen data dan tingkah laku logika modul
tersebut ke dalam sistem. Dengan metodologi ini, sistem secara logika dapat
digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam
modul-modul di sistem. Yang termasuk ke dalam metodologi ini adalah:
- SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
- Composite Design
- Structured System Analysis and Design (SSAD)
II. Data structured oriented methodologies
Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di
sistem. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur dari
sistemnya. Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian
dijelaskan dari struktur sistemnya. Yang termasuk ke dalam metodologi ini
adalah:
- JSD (Jackson’s System Development)
- W/ O (Warnier/ Orr)
C.
Prescriptive Methodologies Yang termasuk dalam metodologi ini adalah:
- ISDOS
(Information System Design and Optimization System)
ISDOS merupakan perangkat lunak yang dikembangkan di University of
Michigan. Kegunaan dari ISDOS adalah mengautomatisasi proses pengembangan
sistem informasi. ISDOS mempunyai 2 komponen, yaitu PSL dan PSA.
PSL merupakan komponen utama dari ISDOS, yaitu suatu bahasa untuk
mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable form. PSL
dirancang sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSL
merupakan bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa
pemograman prosedural. PSA merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan
kamus data (data dictiortary) dan digunakan untuk mengecek data yang
dimasukkan, yang disimpan, yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output
laporan. PSA memanfaatkan DBMS untuk menyimpan data. PSA akan menganalisis PSL
untuk kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan sejumlah
laporan-laporan, sepertidata dictionary, function dictionary serta
analisis dari hubungan-hubungan proses. Laporan dalam bentuk grafik juga dapat
dihasilkan oleh PSA, seperti laporan yang menggambarkan hubungan dari proses
termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari proses yang lain atau suatu
proses mempunyai komponen proses-proses yang lain. PSA akan melakukan analisis
jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses.
PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data
dan analisis dari spesifikasi volume.
daftar
pustaka