Senin, 15 April 2013


TUGAS ! Jelaskan pendekatan dan meteologi pengembangan sistem berikut ini :
1. Klasik vs Terstruktur
2.Sepotong vs Sistem
3.Bottom-Up vs Moduler
4.Menyeluruh vs Moduler
5.Lompatan jauh vs Evolusioner
6.Metedologi (FDM,DOM,Prescriptive)

jawab :
1.      PENDEKATAN KLASIK 
Pendekatan  klasik  disebut  juga  pendekatan  tradisional  atau  pendekatan konvensional  adalah  pendekatan  dalam  pengembangan  sistem  yang  mengikuti tahapan-tahapan  pengembangan  sistem  (system  life  cycle)  tanpa  dibekali  dengan  alat-alat  dan  teknik-teknik  yang  memadai.  Pendekatan  klasik  tidak  cukup  digunakan untuk  mengembangkan  sistem  informasi  yang  kini  semakin  kompleks,  dan  dapat menimbulkan permasalahan, seperti : 
1.      Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit. 
Pendekatan klasik tidak menyediakan alat-alat dan teknik-teknik dalam mengembangkan sistem  dan sebagai akibatnya proses pengembangan perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh programer.
2.      Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal.
mahalnya biaya perawatan sistem pada pendekatan klasik adlah karena dokumentasi pengembangan sistem kurang terstruktur.
PENDEKATAN TERSTRUKTUR
Karena terjadi banyak permasalahan pada pendekatan klasik, maka dibutuhkan pendekatan pengembangan sistem yang lebih baik yang tidak hanya mengikuti namun juga melengkapi dengan beberapa alat dan teknik. pendekatan ini kemudian dikenal dengan pendekatan terstruktur telah dimulai dari awal tahun 1970-an. Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem sehingga didapatkan hasil akhir berupa sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
2.      PENDEKATAN SEPOTONG VS SISTEM
Pendekatan  sepotong merupakan pengembangan sistem yang menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi saja. Kegiatan atau apliakasi yang dipilih tersebut dikembangkan tampa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tampa memperhatikan sasaran organisasi secara keseluruhan.
Sistem memerhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terigrasi dari masing-masing kegiatan atau aplikasinya dan menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan.
3.      PENDEKATAN BOTTOM-UP VS TOP-DOWN
            Pendekatan bottom-up dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional tempat transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi tersebut. pendekatan ini merupakan cirri-ciri pendekatan klasik. jika pendekatan ini dilakukan pada tahap analisis, disebut dengan data analys, karena yang menjadi focus adalah data yang akan diolah terlebih dahulu.
            sedangkan pendekatan Top-down sebaliknya dimulai dari level atas organisasi yaitu level perencana strategis. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. selanjutnya, dilakukan analisis kebutuhan informasi kemudian kepenentuan input, output, basis data, prosedur-prosedur operasi, dan control. Pendekatan ini merupakan cirri-ciri dari pendekatan terstruktur. jika pendekatan ini digunakan pada tahap analisis, disebut dengan decion analysis karena yang menjadi focus adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen dahulu.
4.      PENDEKATAN MENYELURUH VS MODULER
            Pendekatan menyeluruh merupakan pendekatan pengmbangan sistem serentak secara meyeluruh. Pendekatan ini sulit dilakukan unutk sistem yang kompleks, karena menjadi sulit untuk dikembangkan.
            Moduler berusaha memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana sehingga akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Sistem juga akan dapat dikembangkan sesuai dengan waktu yang terencanakan, mudah dipahami oleh pemakai dan mudah untuk dipelihara.
5.      PENDEKATAN LOMPATAN JAUH VS EVOLUSIONER
            Pendekatan lompatan jauh menerapkan perubahan meyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Hal ini mengandung resiko karena teknologi computer begitu cepat berkembang dan bertahun-tahun mendatang sudah menjadi using, investasinya juga mahal dan terlalu kompleks.
            Evolusioner menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi yang memerlukan saja saat itu dan akan terus dikembangkan untuk masa-masa selanjutnya mengikuti kebutuhan dan sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada.
6.      Functional Decomposition Methodologies (FDM)
Metodologi ini menekankan pada pemecahan sistem ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kecil, sehingga akan lebih mudah untuk dipahami, dirancang dan diterapkan. Yang termasuk ke dalam metodologi ini adalah
-  HIPO (Hierarchy plus Input-Process-Output)
-  Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
-  Information Hiding

B. Data Oriented Methodologies (DOM)
Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses. Metodologi ini dapat dikelompokkan kembali ke dalam dua kelas, yaitu:
I.  Data-flow oriented methodologies
Metodologi ini secara umum didasarkan pada pemecahan dari sistem ke dalam modul-modul berdasarkan dari tipe elemen data dan tingkah laku logika modul tersebut ke dalam sistem. Dengan metodologi ini, sistem secara logika dapat digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar fungsinya di dalam modul-modul di sistem. Yang termasuk ke dalam metodologi ini adalah:

-  SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
-  Composite Design
-  Structured System Analysis and Design (SSAD)

II. Data structured oriented methodologies
Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem. Struktur ini kemudian akan digunakan sebagai dasar struktur dari sistemnya. Hubungan fungsi antar modul atau elemen-elemen sistem kemudian dijelaskan dari struktur sistemnya. Yang termasuk ke dalam metodologi ini adalah:

-  JSD (Jackson’s System Development)
-  W/ O (Warnier/ Orr)

C. Prescriptive Methodologies Yang termasuk dalam metodologi ini adalah:
- ISDOS (Information System Design and Optimization System)
ISDOS merupakan perangkat lunak yang dikembangkan di University of Michigan. Kegunaan dari ISDOS adalah mengautomatisasi proses pengembangan sistem informasi. ISDOS mempunyai 2 komponen, yaitu PSL dan PSA.
PSL merupakan komponen utama dari ISDOS, yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai dalam bentuk machine-readable form. PSL dirancang sehingga output yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSL merupakan bahasa untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa pemograman prosedural. PSA merupakan paket perangkat lunak yang mirip dengan kamus data (data dictiortary) dan digunakan untuk mengecek data yang dimasukkan, yang disimpan, yang dianalisis dan yang dihasilkan sebagai output laporan. PSA memanfaatkan DBMS untuk menyimpan data. PSA akan menganalisis PSL untuk kesalahan-kesalahan sintak dan akan menghasilkan sejumlah laporan-laporan, sepertidata dictionary, function dictionary serta analisis dari hubungan-hubungan proses. Laporan dalam bentuk grafik juga dapat dihasilkan oleh PSA, seperti laporan yang menggambarkan hubungan dari proses termasuk apakah suatu proses merupakan bagian dari proses yang lain atau suatu proses mempunyai komponen proses-proses yang lain. PSA akan melakukan analisis jaringan untuk mengecek kelengkapan dari semua hubungan data dan proses-proses. PSA juga akan melakukan analisis dari hubungan ketergantungan waktu dari data dan analisis dari spesifikasi volume.








daftar pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar